
Terkait dengan keparahan, WHO menyatakan bahwa virus korona Wuhan ini tidak separah MERS yang membunuh sepertiga dari orang yang terinfeksi dan juga tak separah SARS yang mematikan 10 persen penderita.
Di sisi lain, Professor of Emerging Iinfectious Diseases and Global Health dari University of Oxford Peter Horby menyatakan, ada 'latensi' yang cukup panjang setelah inefksi masuk ke tubuh sebelum gejala serius muncul. Ini dimulai dengan demam ringan dan batuk kering.
"Setelah sekitar satu minggu atau lebih, orang yang terinfeksi virus korona Wuhan akan mengalami kesulitan bernapas yang parah," terangnya. Sekitar 15 hingga 20% kasus wabah ini ditanganu dengan rawat inap parah yang membutuhkan oksigen atau ventilasi.
(Helmi Ade Saputra)