Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

7 Efek Buruk saat Tubuh Kebanyakan Asupan Karbohidrat, Waspadai Ya!

Pradita Ananda , Jurnalis-Kamis, 09 Januari 2020 |03:00 WIB
7 Efek Buruk saat Tubuh Kebanyakan Asupan Karbohidrat, Waspadai Ya!
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

MANUSIA membutuhkan asupan karbohidrat, namun tidak boleh berlebihan. Anda harus mengukur seberapa banyak konsumsi karbohidrat supaya tak ada efek buruk.

Asupan karbohidrat yang berasal dari nasi, pasta atau roti yang terbuat dari tepung, biasanya dijadikan sebagai makanan wajib sehari-hari. Anda pasti tidak melupakan konsumsi sumber karbohidrat karena mengenyangkan.

Selain mengenyangkan, asupan karbohidrat juga diperlukan untuk tubuh untuk diubah menjadi energi. Namun jika dikonsumsi terlalu banyak dapat menimbulkan dampak negatif pada tubuh.

Anda perlu tahu apa saja efek yang terjadi jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi asupan karbohidrat. Berikut di bawah ini uraian singkat 7 efeknya yang mudah dirasakan, dilansir Okezone dari Thedailymeal, Kamis (9/1/2020).

1. Lesu dan lelah

lelah dan lesu

Siapa yang sering merasa ngantuk setelah makan? Nah, itu mungkin terjadi karena asupan karbohidrat berlebihan. Sebab, mengonsumsi asupan karbohidrat terlalu banyak, dapat meningkatkan gula darah yang membuat energi di dalam tubuh bisa meledak sesaat, lalu akhirnya pecah. Inilah yang membuat Anda jadi merasa lesu ataupun lelah.

2. Selalu merasa haus

Pernah merasa tetap haus, meskipun baru saja minum air putih dari botol berukuran besar? Ini bukan selalu jadi tanda kalau tubuh masih kekurangan air. Tapi karena Anda mengonsumsi karbohidrat terlalu banyak.

Jika mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, kadar gula bisa meningkat dan akhirnya membuat Anda merasa lebih haus. Akibatnya pun jadi sering buang air kecil. Karena air dapat membantu merehidrasi aliran darah dan menghilangkan kelebihan gula melalui air urin.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement