Bencana banjir yang melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya tidak hanya memakan korban jiwa berupa manusia. Beberapa hewan peliharan pun turut menjadi sasaran amukan alam tersebut. Banyak hewan peliharaan yang didominasi oleh anjing dan kucing yang merasakan penderitaan banjir karena ditinggal oleh pemiliknya.
Salah satu orang yang perihatin dan berjuang keras untuk menyelamatkan nasib para hewan malang tersebut adalah Doni Herdaru Tona yang merupakan pendiri Animal Defender Indonesia. Pria berperawakan sangar tersebut secara sukarela menyisir beberapa titik daerah banjir yang ada di Jakarta dan sekitarnya untuk menyelamatkan nyawa hewan tak berdosa tersebut.
Tentunya penyelamatan yang dilakukan oleh Doni bersama timnya tidaklah mudah. Pasalnya hujan lebat yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya mulai dari 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020 telah membuat markas Animal Defender ikut kebanjiran. Meski demikian, mereka masih berusaha keras untuk menyelamatkan laporan masyarakat mengenai hewan yang terjebak banjir.

Sekiranya dua ekor anjing yang berlokasi di Cipinang Indah, Jakarta Timur dan satu ekor anjing di Bintara Jaya, Bekasi berhasil diselamatkan. Sayang usaha Doni CS tidak berjalan sempurna, pasalnya satu ekor anjing sudah mati tenggelam. Perjuangan Animal Defender untuk menyelamatkan hewan peliharaan yang terjebak pun berlanjut ke hari kedua.
Evakuasi dilakukan oleh Doni CS pada dua tiik banjir di Bekasi dan berhasil menyelamatkan nyawa delapan ekor anjing. Di Pinang Griya, Tangerang tiga ekor anjing, sementara di Pondok Arum, Tangerang membuahkan dua ekor anjing dan sembilan ekor kucing. Saat dihubungi Okezone melalui pesan singkat WhatsApp, Doni mengaku tidak mendapatkan masalah berarti saat berugas melakukan evakuasi.
“Kesulitan umumnya di hal-hal non teknis saja, seperti jalan-jalan yang di tutup menuju titik laporan. Sisanya bukan hambatan yang berarti,” ucap Doni kepada Okezone, belum lama ini.

Dari rangkaian evakuasi yang dilakukan oleh Doni CS, pria bertato itu pun menceritakan hal yang memilukan. Ia mendengar suara anjing yang seakan menangis dan hendak meminta bantuan kepadanya untuk diselamatkan. Anjing tersebut tergeletak tak berdaya di rumah yang telah kosong ditinggal oleh pemiliknya.
“Di hari kedua, ada kejadian memilukan. Sesaat setelah kami mulai mengevakuasi tujuh kucing dari salah satu rumah warga di Pondok Arum, saat berjalan melintas banjir kami mendengar suara anjing menangis-nangis memanggil. Kami respons dan mendekat. Ternyata ada dua anjing di atas tumpukan kayu yang mengambang di rumah yang sudah kosong ditinggal pemilik mengungsi,”ungkapnya.
Salah satu anjing tersebut terlihat sedang menyusui. Namun ketika Doni CS mencarinya, bayi-bayi anjing tersebut sudah tidak ada. Doni hanya menemukan satu ekor bayi anjing dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Bayi anjing tersebut dalam kondisi yang sudah tidak utuh dan hanya tersisa separuh badan bagian belakang.

“Kami belum bisa mengkonfirmasi hewan apa yang memakan si bayi anjing ini. Ataukah bayi-bayi anjing ini mati tenggelam karena banjir yang tiba-tiba, dan si induk memakan bangkainya untuk bisa bertahan,” sambungnya.
Tak kalah mirisnya dengan nasib anjing malang tersebut, Doni mengatakan ada seekor kucing yang nekat loncat dari atap rumah untuk meminta pertolongan hingga tercebur ke air banjiran dengan tinggi seperut orang dewasa. Untungnya dengan cekatan Doni CS berhasil menyelamatkan kucing tersebut dan membawanya ke tempat yang aman.

“Mungkin karena tidak tahan lapar dan haus serta kedinginan, begitu melihat manusia yang bergerombol dan bawa perahu berisi kucing-kucing juga, dia loncat mencari pertolongan,” tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.