5. Tidur yang lebih baik
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan larut malam dapat mengganggu tidur atau menyebabkan gangguan tidur, meskipun porsinya kecil.
6. Mengurangi inflamasi
Para peneliti Mount Sinai diketahui menemukan bahwa siklus puasa intermiten yang berlangsung kurang dari 24 jam ternyata mengurangi jumlah monosit pro-inflamasi dalam darah. Kadar monosit yang tinggi telah dikaitkan dengan beberapa penyakit inflamasi dan autoimun kronis.
Serupa dengan studi dari Yale School of Medicine yang mempelajari efek puasa dan diet pada makrofag tubuh, atau sel-sel imun inflamasi. Menemukan bahwa diet rendah karbohidrat, puasa, atau olahraga intensitas tinggi dapat membantu mengurangi respon inflamasi sejenis.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.