Terakhir astigmatisme atau mata silinder. Gangguan refraksi ini disebabkan oleh kecembungan kornea yang lebih besar di salah satu sudut atau axis. Hal ini mengakibatkan ada ada 2 titik fokus atau lebih pada retina. Oleh karenanya, dibutuhkan lensa silinder untuk membuat hanya ada satu titik fokus.
Astigmatisme terjadi karena faktor turunan. Tetapi bisa juga disebabkan oleh faktor lingkungan. Tak jarang mata silinder muncul bersamaan dengan mata minus.
Gejalanya meliputi sakit kepala, melihat arah vertikal benda dengan sangat jelas sementara arah horizontal buram atau sebaliknya, pandangan kabur, serta melihat suar seperti komet di sekitar lampu.
"Penglihatan juga jadi agak miring-miring atau sedikit terdistorsi," pungkas dr Gitalisa.
(Utami Evi Riyani)