Meskipun kondisi baper merupakan suatu hal yang wajar bagi kebanyakan perempuan, namun dr. Diah mengimbau para kaum hawan untuk lebih berhati-hati dan peduli terhadap kesehatan mentalnya. Pasalnya sifat baper yang berkelanjutan, bisa menjadi tanda-tanda seseorang mengalami depresi.

“Selain tanda- tanda fisik, ada pula beberapa tanda yang ditimbulkan seperti sifat atau rasa cepat tersinggung (baper), cepat down, malas berkumpul dengan orang-orang. Biasanya kalau perempuan menyebutnya dengan Pra Menstruasi (PMS). Jika hal ini berlanjut terus menerus, ada kemungkinan wanita tersebut depresi,” lanjutnya.