Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Begini Penampakan Paru-Paru Setelah 30 Tahun Merokok, Masih Berani Lanjut?

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Selasa, 19 November 2019 |22:02 WIB
Begini Penampakan Paru-Paru Setelah 30 Tahun Merokok, Masih Berani Lanjut?
Paru-paru menghitam akibat 30 tahun merokok (Foto: Asiawire)
A
A
A

Dunia kedokteran dihebohkan dengan video yang beredar belum lama ini. Video ini mendadak viral dan telah disaksikan lebih dari 25 juta kali di seluruh dunia, setelah memperlihatkan kondisi paru-paru yang mengerikan akibat merokok selama 30 tahun.

Rekaman mengerikan tersebut memperlihatkan dr. Chen Jingyu bersama dengan tim transplantasinya memeriksa paru-paru yang menghitam akibat tar di Rumah Sakit Rakyat Wuxi, Provinsi Jiangsu, timur China. Paru-paru ini berubah mengerikan akibat pemiliknya memiliki kebiasaan mengisap tembakau selama beberapa dekade.

 Paru-paru

Sekadar informasi paru-paru sehat biasanya menunjukkan warna merah muda, tapi berbeda dengan yang satu ini. Paru-paru tersebut berwarna coklat tua dengan banyak plak hitam yang mengotori. Bentuknya menjadi sangat mengerikan setelah plak hitam tersebut mengisi setiap rongga paru yang ada.

Dokter Chen yang merupakan ahli bedah transplantasi mengatakan bahwa paru-paru tersebut bersumber dari seorang pria berusia 52 tahun. Pria tersebut dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami mati otak. Uniknya, pria tersebut berpesan agar organ-organ tubuhnya yang masih berfungsi disumbangkan kepada orang yang membutuhkan.

 Paru-paru

Namun setelah dikeluarkan, paru-paru yang dimiliki oleh pria ini jelas tidak dapat disumbangkan sama sekali karena kondisinya yang mengerikan. Para petugas medis menyebutkan terdapat berbagai penyakit dalam paru-paru pria tersebut, beberapa di antaranya adalah: klasifikasi paru-paru, penyakit paru-paru bulosa, dan emfisema paru. Semua penyakit tersebut disebabkan akibat merokok selama 30 tahun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement