Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Generasi Milenial Rentan Bunuh Diri Akibat Gangguan Mental

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Minggu, 03 November 2019 |09:00 WIB
Generasi Milenial Rentan Bunuh Diri Akibat Gangguan Mental
Ilustrasi (Foto: Boldsky)
A
A
A

Generasi milenial rentan terkena stres dan berisiko mengalami gangguan kesehatan mental. World Health Organization (WHO) menyebutkan setengah dari penyakit mental bermula sejak remaja, yakni di usia 14 tahun dengan banyak kasus yang tidak tertangani sejak dini. Tak hanya gangguan mental, seseorang juga menjadi memiliki kecenderuangan untuk bunuh diri akibat stres yang terabaikan.

Bunuh diri akibat gangguan mental depresi menjadi penyebab kematian tertinggi pada anak muda usia 15-29 tahun. Padahal usia milenial adalah waktu seseorang ingin dan berkesempatan untuk menunjukkan eksistensi diri dan awal menentukan arah masa depan. Di sisi lain, pada usia milenial juga terjadi perubahan fisik, emosional, psikologis, finansial, dan lingkungan pergaulan.

cewek depresi

Perubahan lingkungan ikut memicu generasi milenial rentan pada gangguan mental. Salah satunya dengan kemajuan teknologi yang menuntut kemampuan beradaptasi dari penggunanya. Sayangnya banyak dari milenial tidak mampu memanfaatkan dengan baik dan justru menjadi terjerumus ke dalam hal negatif.

Jika gangguan mental sudah timbul, maka cara satu-satunya adalah pergi memeriksakan masalah kejiwaan ke psikiater. Perlu Anda ketahui, saat ini pengobatan gangguan mental tidaklah murah. Diperlukan dana yang cukup besar serta kesabaran untuk menyembuhkan seseorang yang mengalami gangguan mental.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement