Kini Wulan berupaya untuk mengolah limbah-limbah menjadi sesuatu yang lebih berguna. Lebih bagusnya lagi, tidak mencemari lingkungan.
"80 kilogram per konveksi itu banyak sekali, kalau dikerjakan sendiri nggak bisa. Jadi kami buka workshop untuk ibu-ibu melakukan teknik rajut seperti ini," ujar Wulan.
Menurutnya, untuk menghasilkan satu tas, limbah yang digunakan tidak sampai 500 gram. Jadi untuk mengolah limbah 80 kilogram yang dihasilkan oleh satu konveksi saja, membutuhkan banyak orang.
Ia pun berpesan agar masyarakat dapat memanfaatkan pakaian bekasnya agar bisa digunakan kembali. Dengan langkah kecil ini, pencemaran lingkungan pun akan semakin berkurang jika dilakukan secara bersama-sama.
"Sisa pakaian itu jangan dibuang atau dibakar, karena efeknya ke bumi," pungkas Wulan.
(Utami Evi Riyani)