Dokter Naomi melanjutkan, seorang dokter wajib memantau kondisi bayinya agar selalu dapat ASI selama dirawat di NICU. Ibunya juga harus didukung agar lancar memerah ASI.
Menurutnya, ibu yang baru saja melahirkan bayi prematur cenderung sensitif. Tingkat stressor mereka juga tinggi karena tidak dapat menyusui si kecil atau skin to skin.

"Kalau ibu jauh dari bayi itu bisa stres. ASI-nya tidak akan keluar, hormon prolaktin dan oksitoksin tidak keluar. Yang ada malah dopamin besar," lanjutnya.
Dukungan keluarga itu paling penting dalam mengatasi ibu yang stres saat menyusui. Caranya adalah dengan berkomunikasi, yang paling utama untuk mengelola stres.
"Suami, orangtua, mertua itu harus ikut berperan. Selama memberikan ASI di awal-awal, ibu harus didukung. Misalnya mengantarkan ke rumah sakit saat jadwal menyusui, memberikan semangat, membangkitkan mood dan cara-cara lainnya," pungkas Dokter Naomi.
(Dinno Baskoro)