AIR susu ibu atau ASI adalah makanan alami seorang bayi. Sejak seorang bayi lahir ASI telah menjadi makanan utama bagi sang anak. Ya, pemberian ASI ekslusif dapat memberikan banyak peran positif bagi tumbuh kembang si kecil.
Meski terlihat mudah, namun pemberian ASI ekslusif tidak semudah yang dibayangkan. Banyak hal yang menghambat kelancaran pemberian ASI kepada sang buah hati. Mulai dari ASI tidak keluar, kurangnya komunikasi dari keluarga dan banyak masalah lainnya.
Selain itu peran orangtua dalam mendidik juga harus dibenahi. Orangtua jangan memberikan makanan padat atau susu formula pada periode ASI eksklusif.
BACA JUGA:
Menurut Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ir Doddy Izwardi, seorang anak tidak boleh mengenal garam, gula dan lemak pada masa ASI eksklusif. Pasalnya rasa-rasa inilah yang akan menyebabkan mereka tidak mau lagi mengonsumsi ASI.

“Garam, gula dan lemak akan menyebabkan rasa asin, manis dan gurih. Rasa inilah yang akan merusak mulut si bayi sehingga ia tidak mau lagi mengonsumsi ASI. ASI itu rasanya tawar, jadi akan kalah enaknya dengan makanan-makanan yang mengandung garam, gula dan lemak,” tutur Ir Doddy, saat diwawancarai Okezone di Gedung Adhyatma, Kuningan, Jakarta, Kamis (16/8/2018).