"Sementara pada saat penguin raksasa berevolusi, reptil laut besar baru saja punah. Sehingga di Antartika dan Selandia Baru, tidak ada pesaing laut besar sampai kedatangan paus bergigi dan pinniped jutaan tahun kemudian," ujar ahli paleontolog Jerman, Gerald Mayr.
Paul Scofield selaku kurator museum mengatakan bahwa penguin raksasa ini berasal dari perairan belahan bumi Selatan dan menjadi salah satu spesies penguin terbesar yang pernah ditemukan. Alhasil Museum Canterbury menjuluki spesies penguin raksasa ini dengan nama “Monster Penguin”.
"Kami berpikir bahwa pada saat itu, hewan berevolusi sangat cepat. Suhu air di sekitar Selandia Baru ideal pada saat itu, sekitar 25 derajat celcius, dibandingkan dengan 8 celcius yang kita miliki sekarang," tutup Mayr.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.