Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mencoba Membaca Tarot Tanpa Libatkan Mistis, Mungkinkah?

Ayu Dita Rahmadhani , Jurnalis-Kamis, 18 Juli 2019 |04:29 WIB
Mencoba Membaca Tarot Tanpa Libatkan Mistis, Mungkinkah?
Ilustrasi Tarot. (Foto: Medium)
A
A
A

Secara ilmiah hal ini sulit diterima oleh beberapa pihak. Teori tentang alam bawah sadar ala kartu tarot ini bahkan dianggap sangat bertentangan dengan dunia barat yang lebih mengedepankan logika atau pemikiran logis, ilmu pasti, dan teknologi dunia modern.

Demikian juga halnya dengan dunia timur yang konon masih mempercayai adanya kekuatan gaib, klenik, mistis, eksklusifisme, dan cenderung lebih agamis. Kontroversi mengenai teori alam bawah sadar ini semata-mata karena hal tersebut sangat sulit dan samar untuk diuraikan secara logika.

Tapi ilmu itu bagaikan sebuah pisau, tergantung dari sudut mana kita bisa meyakini sebagai sesuatu yang berguna atau tidak. Dengan segala kontroversinya, permainan dengan media kartu tarot merupakan bagian dari sebuah ilmu pengetahuan yang terus berkembang sejalan dengan zaman.

Tapi, yang saya pelajari adalah pembacaan tarot bukanlah kegiatan yang bersifat mistis atau terkesan "mistis" karena banyak melibatkan kemampuan batin kita.

Ada 3 area utama kemampuan batin yaitu, kepekaan melihat, kepekaan mendengar, dan kepekaan perasaan.

Kepekaan mendengar adalah mendengarkan sesuatu di luar batas normal yang dapat didengarkan.

Kepekaan melihat adalah melihat apa yang sedang terjadi dalam dimensi yang tidak terlihat atau kasat mata. Kepekaan mendengar adalah mendengarkan sesuatu di luar batas normal yang dapat didengarkan. Dan kepekaan merasakan yaitu memahami atau merasakan apa yang tidak terlihat.

Selain ke-3 kepekaan tersebut, ada beberapa cara menerima pesan dari intuisi atau indra keenam yang lain.

Yang pertama adalah psikometri yaitu melihat tanpa menggunakan mata, misalnya melihat ke objek, membaca karakter seseorang.

Yang Kedua ada telepati yaitu melihat ke dalam pikiran-pikiran orang lain dan memproyeksikan pikiran kita ke dalam pikiran orang lain.

Kemudian ada mimpi yang mana beralih ke frekuensi batin pada saat tidur dan membawa kembali informasi yang diperoleh ke dalam hidup sehari-hari, dengan menafsirkan simbol-simbol dan bayangan-bayangan yang muncul di dalam mimpi.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement