Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mencoba Membaca Tarot Tanpa Libatkan Mistis, Mungkinkah?

Ayu Dita Rahmadhani , Jurnalis-Kamis, 18 Juli 2019 |04:29 WIB
Mencoba Membaca Tarot Tanpa Libatkan Mistis, Mungkinkah?
Ilustrasi Tarot. (Foto: Medium)
A
A
A

Sejarah Kartu Tarot

Kartu tarot berasal dari Italia. Pada awalnya, permainan dengan media kartu tarot disebut Carde da Trionfi atau Kartu Kejayaan. Bukti sejarah berupa dokumen yang disalin pada abad 1442-1463 menyebutkan bahwa jenis permainan dengan media kartu tarot bernama Trionfi.

Baru setelah mendapat pengaruh dari Prancis, nama Trionfi berubah menjadi Tarocchi. Popularitas kartu tarot diperkirakan bermula sejak Antoine Court de Gebelin menerbitkan sebuah buku pada tahun 1781, yang mengungkapkan bahwa pendeta-pendeta Mesir Kuno telah melukis kartu tarot berdasarkan buku Thoth.

Mereka kemudian membawa gambar-gambar tersebut ke Roma untuk dipersembahkan kepada Paus, yang selanjutnya memperkenalkan tarot hingga ke Avignon, Prancis, pada abad ke-14. Namun penjelasan Court de Gebelin ini dianggap tidak akurat karena tidak didukung oleh bukti-bukti sejarah dan ditulis sebelum Champollion berhasil menerjemahkan bahasa Mesir Kuno, Hieroglif.

Gereja Katolik dan pemerintahan daerah di Eropa tidak melarang permainan tarot. Di beberapa daerah bahkan warganya diperbolehkan memainkan tarot, sekalipun permainan kartu sejenis lainnya jelas-jelas dilarang. Namun "hak eksklusif" dari kartu tarot tersebut tidak berlangsung lama.

Pada akhir abad ke-14, seorang penceramah dari Swiss, Johannes von Rheinfelden, secara tiba-tiba menyerang perjudian dan aneka permainan kartu, termasuk kartu tarot.

Kartu tarot tertua dibuat pada awal hingga pertengahan abad ke-15

Kartu tarot tertua dibuat pada awal hingga pertengahan abad ke-15 Ada tiga set kartu tarot yang semuanya adalah milik keluarga Visconti-keluarga yang paling berkuasa di Milan saat itu.

Kartu-kartu tersebut kemungkinan besar merupakan karya lukis Bonifacio Bembo dan pelukis miniatur dari Ferrara. Tujuan diciptakannya kartu-kartu itu untuk merayakan perkawinan antara keluarga Visconti dengan Sforza.

Hingga kini terdapat 35 kartu yang tersimpan di Perpustakaan Pierpont Morgan, 26 kartu di Accademia Carrara, 13 kartu di Casa Calleoni, sedangkan 4 kartu yang lain yaitu Devil, Tower, Three of Swords, dan Knight of Coins tidak ditemukan.

Dalam set kartu tersebut, Arkana Minor dan Arkana Mayor digabungkan untuk merefleksikan ikonografi konvensional pada saat itu.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement