Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Membahas Pro dan Kontra Peran Ganja di Dunia Medis

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 26 Juni 2019 |20:33 WIB
Membahas Pro dan Kontra Peran Ganja di Dunia Medis
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Bahkan, di negara maju, penggunaan ganja untuk para pasien dengan kemoterapi pun sudah dilakukan. Dilansir Okezone dari Cancer.org, ganja diketahui sudah dipakai sebagai obat herbal berabad-abad yang lalu.

Para ilmuwan pun mengidentifikasi kalau banyak komponen aktif biologis dalam daun ini. Mereka menyebutnya 'cannabinoids'. Dua komponen terbaik yang ada di dalam ganja adalah bahan kimia delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) dan cannabidiol (CBC).

Pada saat ini, US Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat mendaftarkan ganja dan cannabinoid sebagai zat yang dikendalikan oleh Schedule I. Ini berarti daun tersebut tidak dapat secara hukum diresepkan, dimiliki, atau dijual di bawah hukum federal.

daun tersebut tidak dapat secara hukum diresepkan, dimiliki, atau dijual di bawah hukum federal.

Sementara ganja utuh atau mentah, termasuk minyak ganja atau minyak rami, tidak disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk penggunaan medis apapun. Tetapi, penggunaan ganja untuk mengobati beberapa kondisi medis masih legal menurut hukum negara di banyak negara.

Salah satu yang terbaru adalah Thailand. Negara ini akhirnya melegalkan ganja untuk alasan medis. Keputusan ini bahkan dianggap sebagai hadiah tahun baru untuk masyarakat Thailand.

Lantas, apa manfaat fungsi ganja ini untuk penderita kanker? Benarkah bisa meminimalisir efek samping obat kemoterapi?

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement