Misalnya yang terjadi pada Angelina Jolie yang mempunyai gen BRCA 1. Dirinya memang mempunyai risiko yang lebih besar terhadap serangan penyakit kanker, terutama kanker payudara dan ovarium. Maka dari itu pada maret 2015 lalu, dirinya memutuskan untuk mengangkat ovariumnya. Tidak hanya itu, dua tahun sebelum dirinya melakukan operasi pengangkatan ovarium, Angelina juga melakukan pengangkatan kedua payudaranya.
Penyakit kanker tersebut juga pernah mengendap dalam tubuh orangtuanya, yang telah meninggal pada 2007. Hal tersebut lah yang membuat Angelina memutuskan untuk melakukan operasi Mastektomi ganda, agar dapat menurunkan risikonya terkena kanker payudara.
Dr. Paul James, Dari Familial Cancer Centre di Royal Melbourne Hospital, adalah salah satu dokter yang memberikan data kepada Dr Spurdle. Dirinya mengatakan “Menunjukan bahwa variasi gen BRCA 1 dan BRCA 2 jinak, sama pentingnya dengan memberi tahu seseorang bahwa hal tersebut dapat menyebabkan kanker payudara.” Pungkasnya.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.