Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Tindakan Bullying agar Kasus Audrey Tidak Lagi Terulang

Pradita Ananda , Jurnalis-Rabu, 10 April 2019 |21:30 WIB
Kenali Tindakan <i>Bullying</i> agar Kasus Audrey Tidak Lagi Terulang
Kenali tindakan bullying (Foto:Ist)
A
A
A

Kedua ialah penindasan secara fisik, yakni penindasan dengan adanya kontak fisik yang menimbulkan sakit secara fisik, cedera, atau penderitaan fisik lainnya. Sebut saja contohnya mulai dari memukul, menampar, menjambak, menendang, hingga merusak atau sengaja menyembunyikan atau mengambil barang orang lain. Nah, kasus tindak penindasan yang dialami oleh Audrey adalah contoh nyata penindasan fisik.

Kemudian ada yang dinamakan dengan bully verbal, yakni bullying yang menggunakan kata atau bahasa untuk mengintimidasi korban. Contohnya seperti mengejek, menyindir, dan paling sering ditemukan contohnya adalah menyindir atau mengejek soal penampilan fisik, gender, ras, agama seseorang.

Terakhir ada cyberbullying, tipe yang satu ini disebutkan Dita sebagai jenis penindasan yang paling rawan dilakukan oleh para netizen. Cyberbullying adalah segala bentuk bullying dilakukan dengan media elektronik, misalnya pesan singkat elektronik, surel, semua jenis media sosial, hingga aplikasi chatting.

Seperti apa contohnya? Untuk jenis ini, contohnya bisa dengan mengunggah foto atau video seseorang yang menjadi target korban lalu memberikan komentar yang ofensif, mengirimkan pesan yang abusif dengan tujuan untuk mempermalukan korban, bahkan tindakan meretas akun (hack) korban lalu melakukan tindakan yang merugikan korban, menyebarkan fitnah melalui elektronik dijelaskan Dita juga termasuk dalam contoh tindakan penindasan jenis cyberbullying.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement