Pertama ada Pinatex, material tekstil alami yang dibuat dari dari daun buah nanas. Yup, Anda tidak salah membaca kok! Penggunaan daun nanas ini dipakai sebagai material bahan utama untuk membuat salah satunya, jaket. Jaket yang secara tampilan visualnya seperti layaknya jaket kulit biasa tersebut, nyatanya membutuhkan sekitar 26 kilogram daun nanas segar untuk membuat satu potong jaket.
Lalu material bahan kedua selanjutnya ialah kulit jeruk, sisa sampah kulit jeruk diolah sedemikan rupa untuk menjadi potongan busana yang mana sekilas tampak seperti kain sutra. Sisa-sisa kulit jeruk sebanyak 2,3kilogram dikumpulkan dan diolah menjadi bubuk (orange powder) dicampur dengan 4,6kilogram ampas jeruk, lalu diolah menjadi garment yang menyerupai sutra, begitu lembut dan feminin saat sudah berwujud setelan busana, blus lengan panjang dan rok lipit.

Kemudian terakhir ada yang dinamakan Bloom Foam, busa fleksibel berbasis tanaman menggunakan biomassa alga dari sumber air tawar yang bisa membunuh tanaman di laut. Kemudian diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan sebagai material bahan untuk membuat koleksi sandal. Dari satu pasang sandal dengan Bloom Foam insole ini ternyata sama dengan sebanyak 112,5 liter air bersih ‘dikembalikan’ ke alam.

Ketika ditanya, apakah memang penerapan sumber daya berkelanjutan ini memang sedang tren di industri fesyen retail dunia. Cindy Joanna, selaku perwakilan resmi dari H&M Indonesia menerangkan, pada dasarnya hal ini sudah cukup lama dilakukan lini retail fesyen satu ini.