Baca Juga: Peneliti LIPI Bantah Daun Kelor Bisa Lawan Tubuh Kebal Peluru
"Dia menarik tali pusar dengan kekuatan yang besar hingga membuat rahimnya (Alisa) terbalik. Alisa menjerit begitu keras hinga bisa didengar di seluruh rumah sakit. Rasanya seperti sedang berada di abad pertengahan melihat kejadian tersebut. Akibat tindakan ceroboh itu, Alisa mengalami pendarahan hebat dan koma. Pihak dokter mengklaim bahwa ia menderita serangan jantung, dan tidak sadarkan diri," ungkap Dmitry.

Kala itu, pihak keluarga telah menyediakan sebuah helikopter untuk membawa Alisa ke rumah sakit beda yang lebih besar. Namun kondisinya dianggap terlalu lemah untuk terbang.
Satu-satunya cara adalah memanggil ahli bedah untuk melakukan operasi lanjutan. Namun mereka gagal melakukan. Pihak rumah sakit secara resmi melaporkan berita kematian Alisa dengan alasan mengalami 'kejutan hebat' yang disebabkan oleh rasa sakit.