“Jadi logikanya mereka akan memilih game yang cocok dengan spek hp mereka. Jadi jika ML lebih banyak playernya, maka kemungkinan karena devicenya yang mendukung untuk main ML tapi tidak dengan AOV,” sambungnya.
Dari segudang kelebihan, AOV memiliki kelemahan yakni servernya yang hanya ada di Indonesia, tapi kalau ML servernya global, jadi bisa bertemu dengan player dari luar negeri.
“Selain itu ML gak masuk Asian Games 2018, sementara AOV bisa masuk, karena playernya cuman rame di Indonesia saja. ML tidak membutuhkan license, tidak perlu di boost namun udah viral. ML di Indonesia bisa membuat orang menjadi kaya, sementara AOV tidak. ML bisa menciptakan bintang tapi AOV tidak,” tutupnya.
(Renny Sundayani)