Tantangan lainnya adalah di offline store dirinya harus rajin memutar produk ke berbagai cabang store. Sebab bisa jadi di cabang store A tidak laku tapi di cabang store B malah laku. Sedangkan kalau online Raden harus siap apabila customer meminta return karena merasa tidak puas dengan produk yang dibeli.
"Kalau di offline store jarang sekali yang return karena 'kan pasti customer memilih yang mereka suka. Itu sih tantangannya," tambah Raden.
Dirinya mengatakan jika pendapatan yang ia terima sejauh ini masih lebih tinggi dari penjualan di offline store. Meskipun industri ritel sempat dikatakan mengalami penurunan karena harus berhadapan dengan e-commerce.
"Memang benar, kita tidak bisa menutup mata dengan hal tersebut. Tapi buat saya, pendapatan masih lebih banyak dari offline store. Namun 'kan kita tidak tahu kedepannya bagaimana karena adanya perkembangan, jadi coba dimaksimalkan saja dua-duanya," pungkas Raden.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.