Penyakit langka memang terdengar sangat mengerikan. Pasalnya perawatan maupun obat-obatan bagi para penderita pun khusus dan sulit untuk didapatkan. Bahkan menurut data yang diperoleh, hanya 5 persen dari 7000 penyakit langka yang memiliki terapi.
Sebagaimana diketahui sebuah penyakit dinyatakan sebagai sebuah penyakit langka, apabila jika memiliki penderita kurang dari 2 ribu orang dalam suatu negara. Tentunya para penderita ini membutuhkan perhatian khusus supaya mampu melawan penyakitnya tersebut.
Namun, pada kenyataannya beberapa keluarga maupun para penderita penyakit langka ini memiliki tantangan dan kesulitan tersendiri. Duka tersebut mereka alami ketika hendak berobat ke rumah sakit.
Seperti kisah Agus Sulistyono yang berjuang mengobati anaknya, Pinandito Abid Rospati. Pada usianya yang masih tiga tahun, ia harus mengalami penyakit langka yang disebut Pompe Disease.
Agus pun bercerita bahwa dirinya sempat mengalami beberapa kendala saat berjuang mengobati anaknya. Bahkan ia harus bolak-balik ke berbagai rumah sakit supaya bisa mendapatkan diagnosis yang benar.
“Kurangnya akses diagnosis yang benar, menjadi masalah kami dalam pengobatan Dito. Saya harus bolak-balik untuk mengetahui penyakit Dito sebenarnya. Bahkan anak saya pernah mendapat diagnosis yang tidak tepat,” terang Agus, saat diwawancarai Okezone, Rabu 27 Februari 2019.