"Harus siap dengan tanggung jawab menjadi seorang tatung," tegasnya.
Memang, ada suka duka menjadi seorang tatung. Sukanya, ketika menjadi tatung, Hermansyah banyak diminta bantuan oleh orang lain untuk diobati. Lalu, berbagai macam pula pantangan yang tak boleh dilanggar oleh orang yang menjadi tatung. Seperti tidak memakan daging atau lainnya. Sesuai pantangan yang diberikan dari dewa atau leluhur.

“Pantangan itu tergantung masing-masing dewa atau roh leluhur, jadi bisa beda-beda. Kalau saya biasanya yang memasuki tubuh, yaitu Dewa Cong Tien Si,” terangnya.
Suka lainnya, lanjut Hermansyah, metika menjadi seorang tatung, dia sering keluar kota ketika ada warga yang menghubungi dan minta dia untuk melakukan pengobatan. Tapi, dia harus meninggalkan anak dan istrinya di rumah.