"Sebetulnya DBD banyak pada anak, dulu juga begitu. Faktornya soal kewaspadaan terhadap gigitan nyamuk. Anak kalau digigit kan enggak tahu, enggak peduli, beda enggak seperti orang dewasa," ujar dr Martinus saat dihubungi Okezone, Selasa (5/2/2019).

DBD pada anak, sebut dia, biasanya baru akan muncul setelah pasien digigit nyamuk 1-3 kali. Gejala yang sering muncul adalah tiba-tiba pasien demam tinggi, kemudian anak malas gerak (mager) karena disertai nyeri otot.
Di sela-sela itu, nafsu makan menurun dan anak mengeluh sakit kepala. Gejala ini biasanya berlangsung selama tiga hari, setelah itu diikuti masa kritis dan proses pendinginan.
"Anak kena DBD biasanya gejala demam tunggal, enggak batuk dan pilek. Biasanya anak jadi mager. Kalau demam biasa, anaknya masih aktif, tapi kalau DBD maunya tidur terus," tutur dr Martinus.