“Masalahny abuka pada apa yang Anda minum, tetapi pada bakteri yang tertinggal di pinggir gelas saat Anda menyeruput minuman. Kuman atau bakteri penyakit berkembang cepat di lingkungan yang lembab dan dapat menyebar dengan mudah ketika kondisinya tepat,” ujar Carolyn E Forte, Direktur Good Housekeeping Institute, sebagaimana dilansir dari The Daily Meal, Kamis (31/1/2019).
Menyentuh bibir pada pinggiran gelas berulang kali diklaim dapat menciptakan tempat baru bagi kuman untuk berkembang biak. Membilas gelas saja ternyata tidak cukup untuk menghilangkannya. Ini dikarenakan kuman dari mulu bisa menyebar dan tersangkut di bagian bawah cangkir atau di dalam sedotan yang sering Anda gunakan kembali.

“Jika cangkirnya kotor, air panas saja tidak cukup. Anda perlu menambahkan sabun pembersih. Bahaya utamanya itu justru datang dari mulut kita sendiri. Tanpa kita sadari, bakteri yang ikut berpindah saat mulut menyentuh gelas bisa saja menjangkau ke daerah-daerah tertentu,” tutur Paul Morris, direktur AddMaster.
Baca Juga: Kisah di Balik Desainer Rudy Chandra, Jatuh di Panggung hingga Enggak Dibayar Klien