Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Tradisi Menyantap Yee Sang saat Imlek, Ini Filosofinya

Tiara Putri , Jurnalis-Sabtu, 02 Februari 2019 |08:31 WIB
Mengenal Tradisi Menyantap Yee Sang saat Imlek, Ini Filosofinya
Ilustrasi (Foto: Carrybeans)
A
A
A

Pengadukan makanan dipercaya sebagai simbol keberuntungan. Semakin tinggi makanan diangkat, maka keberuntungan yang didapat di tahun baru semakin banyak. Mengaduk secara bersama-sama juga diharapkan anggota keluarga bisa sukses secara bersama-sama. Setelah selesai mengaduk, yee sang disantap secara bersama. Maka tak heran bila makanan ini juga dianggap sebagai lambang kebersamaan.

 

Di sisi lain, secara arti yee sang berasal dari kata “yu sheng” yang memiliki makna ikan mentah. Pengucapan kata ini memiliki lafal yang sama dengan kata yang memiliki arti kelimpahan hidup. Oleh karenanya yee sang juga dianggap sebagai simbol harapan akan kelimpahan hidup di tahun yang baru.

 Baca Juga: Kisah di Balik Desainer Rudy Chandra, Jatuh di Panggung hingga Enggak Dibayar Klien

Berdasarkan sejarahnya, yee sang disantap pada hari ketujuh setelah Imlek. Dalam mitologi kuno China, hari ketujuh pada bulan pertama kalender Lunar adalah hari istimewa karena pada hari itu Nuwa (dewi pencipta dunia) menciptakan manusia. Demikian seperti yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber, Sabtu (2/2/2019).

(Utami Evi Riyani)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement