Buntut dari penelitian tersebut ternyata berhasil memicu sejumlah pertanyaan menarik. Apakah tequila benar-benar dapat membantu menurunkan berat badan, mengingat minuman 100% terbuat dari agave? Haruskah para penderita diabetes rutin mengonsumsi minuman beralkohol ini?
“Saya pikir temuan tentang hubungan antara agavin dan penurunan berat badan pada tikus itu menarik,” ujar Jenny Friedman, ahli diet ternama asal Amerika Serikat.
“Tetapi mari kita menempatkannya dalam perspektif lain. Agavin dan tequila adalah sesuatu yang sangat berbeda, seperti halnya tikus dan manusia. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebelum mengklaim bahwa tequila benar-benar ampuh menurunkan berat badan pada manusia,” timpalnya.
Lebih lanjut Jenny menegaskan, agavin bukan satu-satunya kandungan nutrisi yang dikonsumsi ketika seseorang meminum tequila, ada kandungan alkohol yang terdapat dalam minuman tersebut. Kandungan ini bukanlah suplemen yang ampuh untuk menurunkan berat badan. Tidak hanya itu, jika tequila dicampurkan ke dalam koktail, kandungan gulanya justru akan bertambah.
(Helmi Ade Saputra)