Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Heboh Struk ATM Mengandung BPA Berbahaya, Apa Kata Kemenkes?

Tiara Putri , Jurnalis-Sabtu, 19 Januari 2019 |22:32 WIB
Heboh Struk ATM Mengandung BPA Berbahaya, Apa Kata Kemenkes?
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

BELAKANGAN ini beredar informasi yang menyebutkan struk mesin anjungan tunai mandiri (ATM) berbahaya terhadap kesehatan. Tentu informasi ini dapat membuat masyarajat resah. Sebab bisa dikatakan struk ATM sering dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari informasi yang beredar, struk ATM dikatakan mengandung senyawa kimia yang disebut Bisphenol A (BPA). Senyawa ini diyakini memberikan dampak negatif terhadap kesehatan. Guna menjawab keresahan, Kementerian Kesehatan pun angkat bicara.

“Memang ada informasi kertas print dari ATM mengandung Bisphenol A, semacam bahan dari plastik. Untuk memastikannya, perlu kajian atau penelitian yang lebih detil," ungkap Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Imran Agus Nurali berdasarkan rilis yang diterima Okezone, Sabtu (19/1/2019).

Baca Juga: Bintang Porno Ikutan 10 Years Challenge, Nomor 2 Bikin Kamu Senyum-Senyum Sendiri!

"Uji klinis yang tidak mudah saya rasa, ini peranan lembaga penelitian atau akademisi untuk memfasilitasi," tambahnya.

DIa melanjutkan, apabila terbukti struk tersebut mengandung BPA, maka diharapkan ada kebijakan pemerintah terkait penggunaan plastik. Untuk saat ini, masyarakat diimbau untuk selalu waspada dengan melakukan langkah antisipatif seperti tidak memegang struk terlalu lama dan saling mengingatkan kepada orang di lingkungan sekitar.

Sementara itu, melansir Draxe, ada beberapa dampak kesehatan yang bisa terjadi karena paparan BPA. Pertama, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada Juli 2018 dikatakan BPA merupakan faktor risiko penyakit radang usus. Kedua, senyawa ini berperan dalam masalah infertilitas.

Baca Juga: Ini Pacar Kapten Newcastle yang Mirip Kim Kardashian, Sama Seksinya!

Penelitian dari University of Buea di Kamerun mengungkapkan BPA memengaruhi keseimbangan hormon dan menyebabkan disfungsi reproduksi pria. BPA dapat menyebabkan bayi lahir cacat seperti feminisasi janin laki-laki, atrofi testis dan epididimida, peningkatan ukuran prostat, dan perubahan jumlah sperma dewasa.

Pria yang terpapar BPA juga menunjukkan penurunan libido dan kesulitan ejakulasi ereksi. Selain itu, pada perempuan BPA dapat menyebabkan gangguan endokrin diikuti dengan perubahan morfologis dan fungsional dalam ovarium, uterus, vagina, serta saluran telur yang berkaitan dengan masalah kesuburan.

Selanjutnya, sebuah studi terobosan September 2016 menemukan paparan BPA dapat menurunkan kadar vitamin D dalam aliran darah. Kemudian pada 2013, para ilmuwan Kaiser Foundation Research Institute yang secara intens mengevaluasi kadar BPA pada urin menemukan anak perempuan yang memiliki kadar BPA lebih tinggi berisiko dua kali lipat untuk mengalami obesitas.

Terakhir, sebuah makalah yang diterbitkan dalam Acta Diabetologica menemukan kadar BPA urin yang lebih tinggi berkaitan dengan pra-diabetes terlepas dari faktor risiko diabetes tradisional. Melihat dampak yang tidak main-main dari BPA, maka tak ada salahnya masyarakat lebih waspada.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement