Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Bocah Badut Jalanan, Mengais Rezeki demi Sesuap Nasi

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Minggu, 13 Januari 2019 |10:00 WIB
Kisah Bocah Badut Jalanan, Mengais Rezeki demi Sesuap Nasi
Kisah badut jalanan (Foto:Ilustrasi/Okezone)
A
A
A

Isu eksploitasi anak sebetulnya telah lama menjadi perhatian Pemerintah Indonesia. Diperkirakan, lebih dari 45 juta anak di Indonesia bekerja sebagai buruh. Tidak hanya itu, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sejak Januari hingga September 2018, setidaknya terdapat 264 kasus eksploitasi anak.

Jika dijabarkan, data tersebut mencakup kasus anak korban prostitusi sebanyak 80 kasus, korban eksploitasi pekerja sebanyak 75 kasus, kemudian ada juga anak yang menjadi korban ekploitasi seks komersial sebanyak 57 kasus.

Padahal, setiap anak memiliki hak dasar sejak mereka dilahirkan. Sudah ada pula Undang-Undang Perlindungan Anak No.23 tahun 2002 bab III pasal 4 sampai pasal 19 yang mengatur hal tersebut.

 

Disebutkan bahwa anak dalam awal tahap perkembangan seharusnya mendapatkan kesempatan yang luas untuk tumbuh secara optimal baik fisik, mental maupun sosial. Salah satu caranya dengan memberikan pendidikadan dan perlindungan, serta memberikan jaminan pemenuhan hak-hak mereka.

Kementerian Sosial Republik Indonesia sebetulnya telah meluncurkan sejumlah program penanggulangan. Salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH). PKH adalah program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.

BACA JUGA:  5 Potret Seksi Anya Geraldine, Bikin Hotman Paris Panas Dingin!

Program yang telah diluncurkan sejak 2007 ini dinilai sebagai program dengan biaya paling efektif untuk mengurangi kemiskinan dan menurunkan kesenjangan antar kelompok miskin.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa PKH mampu mengangkat penerima manfaat keluar dari kemiskinan, meningkatkan konsumsi keluarga, bahkan pada skala yang lebih luas mampu mendorong para pemangku kepentingan di pusat dan daerah untuk melakukan perbaikan infrastruktur kesehatan dan pendidikan.

Kendati demikian, peran serta masyarakat dan pihak terkait juga sangat diharapkan untuk membantu mengatasi masalah eksploitasi anak di Indonesia.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement