Jangan anggap remeh. Menurut laporan pemerintah setempat, penjualan tikus ini ternyata berkontribusi besar dalam mendongkrak perekonomian warga lokal. Seperti diketahui, pendapatan warga Kumarikata sebetulnya berasal dari komoditi utama mereka yakni, teh dan padi.
Namun di saat musim dingin tiba, tikus menjadi salah satu alternatif mereka untuk menambah pundi-pundi uang. Harganya pun tidak main-main. Satu kilogram daging tikus dijual seharga Rp41 ribu, sama dengan harga daging ayam dan babi.
Para petani mengatakan, populasi tikus di walah mereka terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tak ayal jika banyak yang beralih profesi sembari menunggu musim bercocok tanam kembali digelar.
"Kami menaruh jebakan di ladang saat tikus memakan padi," tutur Samba Soren, salah seorang penjual tikus di Kumarikata.