Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemenpar Terus Dukung Perkembangan Industri Kuliner Nusantara dengan Gandeng 100 Restoran Diaspora

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Kamis, 29 November 2018 |21:50 WIB
Kemenpar Terus Dukung Perkembangan Industri Kuliner Nusantara dengan Gandeng 100 Restoran Diaspora
Ilustrasi soto (Foto: Utami/Okezone)
A
A
A

PEMERINTAH Indonesia melalui Kementerian Pariwisata terus berupaya mempromosikan kuliner khas Nusantara di kancah internasional. Salah satunya dengan menggandeng restoran-restoran milik diaspora atau restoran asli Indonesia di luar negeri.

Menurut pengakuan Ketua Tim Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kemenpar, Vita Datau Messakh, dengan cara ini, Kemenpar dapat mensinergikan langkah serta mendukung sepak terjang restoran Indonesia di luar negeri, sekaligus menduniakan kuliner Nusantara.

“Kuliner adalah alat diplomasi yang paling ampuh, halus, cepat, dan efektif untuk mempopulerkan sesuatu ke pasar global. Karena pada dasarnya, naluri manusia itu selalu membutuhkan asupan makanan. Sebagai contoh, ketika wisatawan touchdown atau landing di suatu tempat, biasanya mereka akan langsung mencari makanan khas lokal bukan?” tutur Vita Datau, dalam konferensi pers Nusantara Marandang, di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2018).

 

 (Baca Juga:Pencinta Nasi Padang Merapat, Pemprov Sumbar Gelar Nusantara Marandang Akhir Pekan Ini di Jakarta)

Lebih lanjut, Vita menjelaskan, restoran Indonesia milik diaspora merupakan mitra yang sangat strategis. Mereka memainkan peran penting dalam mempromosikan kuliner Nusantara. Terlebih lagi, saat ini setidaknya terdapat 500 restoran Indonesia yang tersebar di sejumlah negara.

Namun untuk memaksimalkan hal tersebut, Kemenpar harus mengkurasi hingga menghasilkan 100 restoran yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah, baik dalam hal branding dan juga dana. Seluruh restoran tersebut tentu telah melewati proses verifikasi yang dilakukan secara teliti oleh Tim Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kemenpar serta beberapa pihak terkait.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement