
Lebih lanjut, Axhiang menjelaskan, proses pencampuran telur dan gula juga harus menggunakan mixer berkecepatan tinggi, tujuannya agar adonan cepat mengembang. Selain itu, perhatikan pula peralatan yang digunakan saat proses pengolahan berlangsung. Jangan menggunakan spatula yang terkena cipratan minyak atau butter, karena dapat menghambat proses pengembangan pada adonan.
Nah, setelah adonan tercampur merata, langkah selanjutnya adalah mencampurkan adonan tersebut dengan butter yang sudah dicairkan. Penambahan butter di sini dimaksudkan agar aroma kue menjadi lebih wangi dan gurih.
“Saat mencairkan butter juga jangan pakai api yang terlalu panas, nanti kandungan susunya terpisah, jadi enggak wangi lagi. Setelah mencair, butter harus ditiriskan terlebih dahulu. Setelah agak dingin, baru campurkan dengan adonan. Kemudian tambahkan tepung terigu. Aduk hingga rata,” paparnya.
Langkah terakhir adalah memanggang adonan kue. Chef Axhiang merekomendasikan untuk menggunakan oven dengan suhu antara 190-200 derajat celcius.