Para pemuda dari Surakarta yang berjumlah 60 orang misalnya, dengan menenteng senjata mereka langsung diposisikan pada front viaduct. Melihat strategi ini, Inggris pun berusaha menyiasatinya dengan melakukan gerakan melingkar, hingga mengerahkan seluruh kekuatan mulai dari brigade 123 dan brigade 9 yang berjumlah dua kompi.
Pertempuran terjadi tepat pada viaduk. Selama pertempuran terjadi pejuang Indonesia gugur sekira 25 orang. Hingga kemudian serangan balasan pun dilangsungkan pada lima hari selanjutnya, yaitu 15 November 1945.
BACA JUGA:
Oleh karena banyak goresan sejarah yang dimiliki viaduk tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun akhirnya menjadikan viaduk yang ada di atas Jalan Pahlawan sebagai bangunan bersejarah dan cagar budaya di Surabaya, tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Surakarta Nomor 188.45/251/402.104/1996 dengan nomor urut 25, dikutip dari Situs Budaya.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.