VIADUK kini sedang disebut-sebut oleh media dan jadi pembicaraan masyarakat. Peristiwa tewasnya tiga orang penonton dari viaduk saat menonton drama kolosal Surabaya Membara lah mulanya menjadikan viaduk kembali jadi bahan pembicaraan.
Padahal, sebelumnya viaduk hanya sebuah bangunan jalan rel kereta yang biasa didirikan di atas sebuah jalan. Akan tetapi, viaduk yang ada di atas Jalan Pahlawan Surabaya nyatanya tidak sekadar bangunan yang menghias jalan dan disebut sebagai lokasi sebelum jatuhnya tiga orang warga.
Viaduk yang masih diberdiri megah di Surabaya dan peristiwa melayangnya nyawa tiga orang warga tersebut, kembali mengingatkan masyarakat sekitar terutama para ahli sejarah tentang peristiwa serupa yang terjadi 73 tahun lalu. Pada 10 November 1945 tepatnya, banyak pejuang Indonesia yang merupakan arek-arek Suroboyo tumbang di atas viaduk. Bukan sebab tertabrak kereta, melainkan akibat bertempur melawan sekutu yang hendak merebut Surabaya.
BACA JUGA:
Viaduct atau yang lebih dikenal dengan nama viaduk adalah sebuah warisan dan saksi bisu sejarah perjuangan masyarakat Surabaya saat melawan pasukan Inggris. Bangunannya yang kokoh menjadi garis pertahanan yang kuat bagi rakyat Indonesia, khususnya arek-arek Suroboyo.

Selama berjuang melawan dan mengusir penjajah di tanah air, viaduk cukup memegang peranan penting sebagai bangunan pertahanan. Seperti yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber, Senin (12/11/2018), kala itu bantuan arek-arek Suroboyo didapatkan dari berbagai daerah, seperti Surakarta, Bali, dan Madura.
Para pemuda dari Surakarta yang berjumlah 60 orang misalnya, dengan menenteng senjata mereka langsung diposisikan pada front viaduct. Melihat strategi ini, Inggris pun berusaha menyiasatinya dengan melakukan gerakan melingkar, hingga mengerahkan seluruh kekuatan mulai dari brigade 123 dan brigade 9 yang berjumlah dua kompi.
Pertempuran terjadi tepat pada viaduk. Selama pertempuran terjadi pejuang Indonesia gugur sekira 25 orang. Hingga kemudian serangan balasan pun dilangsungkan pada lima hari selanjutnya, yaitu 15 November 1945.
BACA JUGA:
Oleh karena banyak goresan sejarah yang dimiliki viaduk tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun akhirnya menjadikan viaduk yang ada di atas Jalan Pahlawan sebagai bangunan bersejarah dan cagar budaya di Surabaya, tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Surakarta Nomor 188.45/251/402.104/1996 dengan nomor urut 25, dikutip dari Situs Budaya.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.