SEPERTI halnya komunikasi, pembangunan masyarakat di sebuah negara juga harus dilakukan dua arah. Segala upaya yang dilakukan pemerintah setempat dalam memajukan rakyatnya, akan terbuang percuma jika masyarakatnya sendiri enggan untuk berpartisipasi.
Demikian juga dalam menangani sebuah masalah isu sosial, salah satunya ialah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mengapa isu ini jadi penting? Sebab, memang perempuan dan anak merupakan isu lintas sektor dan lintas bidang yang sangat strategis. Berhasil atau tidaknya pembangunan sebuah negara sangat tergantung pada kontribusi yang diberikan.
Melihat betapa pentingnya peran perempuan dan anak bagi sebuah negara ini, maka tak heran pihak pemerintah pusat melalui Kementerian Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA) sekarang giat untuk mensosialisasikan betapa masyarakat itu sangat bisa membantu pemerintah untuk mengatasi masalah yang terjadi.

(Baca Juga:Ini Sejarah Hari Ayah yang Diperingati Setiap 12 November)
Salah satu aksi yang dilakukan oleh KPPPA ialah dengan menggelar acara Temu Nasional Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) tahun 2018 di Medan, Sumatera Utara, Senin 12 November 2018 yang mana dibuka langsung oleh Menteri Kemen PPPA, Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, MA.
Lewat gelaran acara ini, Yohana memberikan pesan pengingat bahwasanya kesejahteraan kaum anak-anak dan perempuan bukan cuma ada di tangan pemerintah semata.