DALAM peringati Hari Ibu ke-89 sebuah acara simposium nasional digelar. Dengan tajuk Peran Ibu dan Ulama Perempuan Sebagai Pencipta dan Penggerak Perdamaian dalam Keluarga dan Masyarakat, simposium yang diadakan di Hotel Shangri La Jakarta itu dibuka dengan tari Saman khas daerah Nanggroe Aceh Darussalam.
Dengan riuh dan semangat penari membuka acara simposium, sekaligus menyambut para tamu undangan yang dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Yohana Yambise, Menteri Agama, Kabinet Kerja lainnya, First Lady Afghanistan, Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dan tamu undangan lainnya.
Sambutan pertama dibuka oleh Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Indonesia, Yohana Yambise. Dalam sambutannya, Yohana memaparkan perempuan harus melakukan perubahan dengan aksi yang nyata demi terciptanya perdamaian, sebab agen perubahan utama terjadi dari keluarga.
"Simposium ini hadiri sekira 500 orang peserta perempuan dari berbagai organisasi, organisasi perempuan, dan ulama perempuan seluruh Indonesia. Adapun tujuan diadakannya acara ini, agar perempuan Indonesia bisa sama-sama menjadi agen perubahan bila terjadi konflik rumah tangga, kita sebagai ibu rumah tangga punya peran utama untuk menyelesaikan konflik," ucap Yohana.
Lebih lanjut, Yohana juga menjelaskan acara ini juga untuk memperkuat kerjasama antara Indonesia dengan Afghanistan. Kerjasama bilateral tersebut sudah memiliki program yang bisa dilaksanakan. Salah satunya setelah ini, pada 2018 nanti Indonesia akan kedatangan lima orang ladies Afghanistan untuk belajar di Indonesia mengenai perdamaian, agar bisa dipraktekkan di Afghanistan untuk membantu perempuan di sana.
"Damai itu sangat penting, banyak negara di dunia yang tersiksa karena perang, seperti di Suriah banyak penduduk yang tewas karena perang dan kelaparan. Inilah mengapa kita harus membela, kita butuh bersatu untuk bertahan demi masa depan kita hidup dalam kedamaian," imbuh Rula Ghani.
Rula dan Yohana juga mengajak para perempuan untuk bergerak, dan menciptakan perdamaian di keluarga serta masyarakat, yang diyakini bisa mengubah dunia menjadi lebih damai. Pasalnya, menurut Yohana tidak semua konflik sosial bisa diselesaikan oleh kaum laki-laki.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.