INDONESIA merupakan negara yang kaya akan keberagaman. Mulai dari suku, bahasa, flora dan fauna, hingga kuliner. Hampir di setiap daerah ada makanan khas yang rasanya tidak boleh terlewati untuk dicicipi bila mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke sana.
Bila Anda berkunjung ke Indonesia bagian timur seperti Maluku atau Papua, papeda adalah menu makanan wajib untuk dicicipi. Dahulu papeda merupakan makanan pokok untuk masyarakat di sana dan merupakan pengganti nasi. Sayang sekarang jumlah masyarakat yang mengonsumsi papeda mulai mengalami penurunan.
(Baca Juga: 5 Camilan Populer Ini Ternyata Tinggi Karbohidrat Lho)
Merangkum dari berbagai sumber, Sabtu (13/10/2018), papeda sudah dikenal luas oleh masyarakat adat Sentani dan Abrab di Papua. Di sana tumbuh cukup banyak pohon sagu yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat. Batang pohon sagu yang berusia bertahun-tahun akan diparut dan diambil sari patinya menjadi tokok sagu yang terlihat seperti tepung. Kemudian tepung sagu itu diolah menjadi papeda.
Dalam pembuatannya, papeda melibatkan banyak orang. Mulai dari pengambilan batang, pemarutan, hingga pengolahan. Rangkaian proses pembuatan papeda menjadi media komunikasi bagi masyarakat. Biasanya mereka akan saling bercerita tentang suatu masalah atau pengambilan keputusan.