Salah satu klinik yang sudah menjual es krim ganja ini adalah Winter Garden Klinik Dr Ashok Khanna. Di situs webnya, dia menjelaskan bahwa kliniknya menjual lima dari tujuh rasa yang ditawarkan: vanili Prancis, cokelat krim, mangga, chip cokelat mint, dan lemon.
Pasien dapat membeli satu kontainer yang masing-masingnya lima-ons dengan harga USD7,50 atau sekitar Rp 115 ribu atau beli langsung lima kontainer seharga USD35 atau sekitar Rp 533 ribu.
Dia mengatakan pada Fox 35 bahwa dia menganjurkan penggunaan berbagai produk CBD, termasuk Heavenly Hash, karena CBD membuat pasien akhirnya lepas dari penggunaan obat pereda rasa nyeri yang dihasilkan dari obat kemoterapi. "Masuk akal memberi pasien sesuatu yang akan membuat mereka merasa lebih baik," kata Dr Khanna, seorang dokter penyakit dalam.
Senyawa utama yang digunakan dalam es krim adalah CBD, dan tidak mengandung tetrahydrocannabinol (THC), yang bertanggung jawab atas perasaan euforia, 'tinggi' yang sering dikaitkan dengan ganja. Ini berarti pengguna CBD tidak bisa merasakan "fly" atau "high" dan dapat dijual kepada orang-orang bahkan tanpa kartu ganja medis.

Perlu diketahui, THC berinteraksi dengan reseptor CB1 di sistem saraf pusat dan otak dan menciptakan sensasi euforia dan kecemasan. CBD tidak cocok dengan reseptor ini dengan baik, dan sebenarnya mengurangi efek THC.
"Selama Anda [makan es krim] dalam jumlah yang dianjurkan, Anda tidak akan overdosis: aman," kata Dr Khanna kepada stasiun berita.
Scherer mengatakan mereka berencana untuk memiliki fasilitas baru seluas 20.000 kaki persegi untuk mengikuti pertumbuhan bisnis ini dalam dua tahun. Perusahaan juga berencana untuk mendirikan toko-toko offlinenya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.