SEORANG professor dan ahli makanan dari Dalhousie University di Hailfax, memprediksi bahwa marijuana akan menjadi salah satu tren makanan yang akan meramaikan industri kuliner di masa yang akan datang. Olah karena itu, perlu diatur sedemikian rupa untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan.
Namun hingga saat ini, marijuana jenis Bill C-45 belum dimasukkan ke dalam daftar legalisasi produk ganja yang dapat dikonsumsi. Pemerintah Otawa mengatakan akan segera menangani produk tersebut secepat mungkin.
Sementara itu, Sylvain Charlebois rekan penelitian Simon Somogyi, yang juga menjabat sebagai profesor fakultas pertanian dari Dalhouise University mengatakan, telah melakukan sebuah survei kepada penduduk Kanada untuk membuktikan bahwa marijuana juga dapat digunakan sebagai salah satu bahan makanan dalam kehidupan sehari-hari.
Hasilnya pun cukup mengejutkan. Lebih dari 45% responden mengaku bersedia membeli makanan yang mengandung marijuana atau ganja, tentu saja jika penggunaannya telah dilegalisir.
“Ini bisa menjadi sebuah fenomena gluten-free yang sangat masif, sebab banyak perusahaan di industri makanan yang melihat ganja sebagai tren makanan berikutnya,” tutur Charlebois.