Rasanya drama operasi plastik Ratna Sarumpaet belum usai. Netizen masih banyak yang mengungkap kekesalannya di media sosial dengan berbagai cara. Menariknya, aksi kebohongan yang dilakukan aktivis perempuan itu juga ditanggapi kalangan publik figur dan profesi lainnya. Sampai Psikolog Melissa Grace yang debut pertamanya menjadi seorang komedian itu pun ikut menanggapi.
Dia sepertinya menyindir mertua Rio Dewanto itu di media sosial. Apa penjelasan lebih lanjut dari perempuan usia 35 tahun itu?
Melissa menyebutkan, jika seseorang sadar atau sengaja melakukan pemalsuan, bisa tergolong orang-orang yang kena Factitious Disorder. Ini termasuk sebuah gangguan mental, yang sebenarnya tidak ada untung bagi sang pelaku yang berbohong.
"Biasanya orang dengan Factitious Disorder, bakal menciptakan tanda-tanda/ gejala cedera/penyakit fisik atau mental, yang diidentifikasi sebagai bentuk kebohongan/penipuan. Sekalipun tidak ada keuntungan eksternal yang jelas," terangnya lewat Instagram pribadinya @mellissa_grace, sehari lalu.
Nah, jika seseorang yang berbuat bohong atau menciptakan pemalsuan, sama dengan mengalami sebuah "penyakit". Bentuknya berupa sifat atau perilaku membesar-besarkan (mendramatisir) kebohongan dan peniruan dengan sengaja.
Sementara itu, pemeran "Lenong Bocah" itu menambahkan, orang awam selama ini mengenal istilah gangguan mental sama seperti gila atau gila. Padahal artinya berbeda!
Melissa menegaskan, saat seseorang mengalami gangguan mental, kondisi mentalnya tidak benar-benar sehat. Sebabnya, karena orang tersebut kurang mampu menjalani fungsi hidupnya, secara adaptif dan efektif.
"Secara umum, sebuah perilaku disebut sebagai "gangguan", ketika seseorang yang bersangkutan tidak lagi dapat sepenuhnya mengendalikan dirinya," beber perempuan yang lahir di Jakarta itu.
Perilakunya pun, lanjut Melissa, biassnya sudah mengganggu dirinya sendiri dan orang lain di dekatnya. Terkadang, bisa juga menimbulkan stres negatif.
Namun, Melissa tidak mau memanas-manasi Warganet yang tengah mengungkap rasa kecewa terhadap Ratna Sarumpaet. Dia menegaskan, masyarakat wajib tahu ilmu-ilmu sederhana psikologi manusia.
"Penting, postingan ini bukan alat untuk diagnosa. Tapi sekedar bentuk psikoedukasi saja," tegasnya.
(Renny Sundayani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.