Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gunting Merk Kasur Bikin Sial saat Tidur Cuma Mitos, Juga 6 Mitos Lainnya

Firda Janati , Jurnalis-Rabu, 12 September 2018 |18:15 WIB
Gunting Merk Kasur Bikin Sial saat Tidur Cuma Mitos, Juga 6 Mitos Lainnya
Kebiasan sebelum tidur yang ternyata cuma mitos (Foto:Ist)
A
A
A

5. Melepaskan tag kasur

Sebagian orang dewasa di Amerika Serikat tidak memotong tag kasur mereka. Karena dianggap akan membawa sial dalam tidur. Tapi kenyataannya Anda bisa melepaskan tag tersebut tanpa rasa takut. Livescience mengatakan bahwa tag pada awalnya dibuat pada tahun 1900-an. Pemerintah setempat percaya bahwa tujuan perusahaan tersebut membuatnya karena banyak perusahaan yang menggunakan kasur bekas yang telah dibuat menjadi "baru" kembali.

 Lagi Asyik Bercinta Tiba-Tiba Pacar Pulang, Pria Ini Terpaksa Sembunyi di Kolong Tempat Tidur Selama 14 Jam

6. Rasa kantuk disebabkan karena kurang tidur

 

Banyak orang beranggapan bahwa rasa kantuk datang karena kurang tidur. Tidur 8-9 jam tidak akan menjauhkan Anda dari rasa kantuk. Orang yang menderita sleep apnea (gangguan pada saat tidur), menyebabkan mereka berulang kali bangun sepanjang malam. Hal tersebut membuat sulit tidur nyenyak. Oleh karena itulah yang menyebabkan rasa kantuk pada malam hari.

 

7. Hanya sebagian orang yang mimpi di malam hari

Menurut Better Sleep Council, sekitar 122 juta orang di Amerika percaya bahwa sebagian orang tidak bermimpi. Namun, peneliti mengatakan bahwa setiap orang pasti bermimpi setiap malam. Bahkan, rata-rata orang bermimpi hingga 4-6 kali per-malam ketika mereka memasuki tidur REM. Peneliti tetapi tidak mengetahui mengapa ada beberapa orang mampu mengingat mimpi secara detail dibanding yang lain.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement