Dalam mitologi Jawa dikenal adanya konsep Palemahan (hubungan harmonis antara umat manusia dengan alam lingkungan), Pawongan (hubungan harmonis antara sesama umat manusia) dan Parahyangan (hubungan harmonis antara manusia dengan Pencipta). Dalam konsep tersebut Kraton Yogyakarta ternyata diketahui berada berada di tengah dua kekuatan alam, yakni Gunung Merapi di utara dan Pantai Selatan di sisi selatan.
Pantai Selatan disimbolkan sebagai Palemahan, Kraton Yogyakarta di tengah-tengah sebagai Pawongan sedangkan Gunung Merapi sebagai Parahiyangan. Posisi Pantai Selatan, Kraton Yogyakarta dan Gunung Merapi merupakan satu garis lurus yang ditarik dari selatan hingga utara.
Selain diapit Pantai Selatan dan Gunung Merapi di selatan dan utara, letak Kraton Yogyakarta juga diapit dua sungai besar yakni Sungai Code di timur dan Winongo di barat. Letak diantara dua sungai besar ini diyakini mampu mendatangkan kelancaran bagi masyarakat Mataram saat itu.
Seperti kehidupan kerajaan lain di nusantara, jaman dahulu keberadaan sungai merupakan denyut perekonomian masyarakat yang utama. Selain itu keberadaan sungai juga dianggap menunjang kesejahteraan masyarakat sebagai sumber pengairan.
(Renny Sundayani)