Terlepas itu, fenomena ini memang banyak terjadi di Indonesia. Apakah wajar hal ini ada di negara dengan norma sosial seperti negara ini?
Vera menegaskan bahwa hal itu boleh-boleh saja. Tapi ada beberapa hal yang mesti disepakati. Hal pertama adalah sang istri mau pun suami mesti sepakat. Ini menjadi sangat penting karena kalau ada beban yang tidak tersampaikan, bisa saja menjadi kendala di kemudian hari terkait konsep "Daddy in home" ini.
Kemudian, antara suami dan istri harus menyepakati perannya apa saja dalam konsep ini. "Maksudnya adalah jangan sampai konsep tanggung jawab dasarnya tidak diikuti," sambung Vera. Hal yang mesti dilakukan lainnya adalah antara suami dan istri wajib terbuka satu sama lainnya. Termasuk perihal penghasilan perbulan.
Intinya, kata Vera, Anda dan pasangan mesti sepakat satu sama lain. Emosi di antara keduanya pun perlu dibicarakan serius supaya terjadi komunikasi yang baik di antara keduanya.
Sementara itu, serangan dari luar harus diterima. Serangan di sini maksudnya adalah cibiran keluarga, tetangga, saudara, pun teman-teman harus bisa disikapi dengan dewasa. "Keputusan ini sulit, tapi ketika Anda dan pasangan sudah sepakat dengan segala keputusannya, maka jangan ragu untuk melawan serangan," tambah Vera.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.