"Kita sudah punya Undang-Undang Perlindungan Anak. Target kita adalah 2030 No Violence (Tidak ada kekerasan) demi mewujudkan Indonesia Layak Anak. Kalian harus memutus mata rantai kekerasan tersebut," ujar Yohana Yembise dalam Penutupan Forum Anak Nasionap 2018 di Hotel Singgasana, Surabaya.
Menteri asal Papua itu menambahkan, anak-anak Indonesia harus tahu kapan waktunya untuk belajar dan bermain. Ia tidak ingin anak-anak Indonesia lebih banyak menghabiskan waktu bermain telefon seluler (ponsel).

Menurut Yohana, terlalu sering bermain ponsel, hanya akan menciptakan generasi yang menjadi korban teknologi. Perempuan berusia 59 tahun itu tidak mau anak-anak Indonesia di masa depan hanya menjadi Sarjana Copy Paste alias gemar menjiplak.
"Mamayo mau supaya kalian kritis. Critical thinking kalian tinggi. Bahkan bisa punya teori sendiri. Saya tidak mau kalian menjadi sarjana copy paste," imbuh perempuan bernama lengkap Yohana Susana Yembise itu.