PURWAKARTA - Sate Maranggi, bagi sebagian besar masyarakat Jawa Barat mungkin sudah tak asing lagi di telinga. Ya, salah satu kuliner berbahan dasar daging sapi atau domba khas Kabupaten Purwakarta ini begitu banyak dijumpai di wilayah tersebut.
Keberadaan para penjualnya nyaris tersebar di seluruh kecamatan yang ada. Misalnya, di sepanjang Jalan Raya Bungursari, Plered serta Jalan Raya Purwakarta-Wanayasa.
Sebagai gambaran, Sate Maranggi merupakan makanan berupa potongan kecil daging sapi atau domba yang ditusuk dan diberi bumbu, kemudian dipanggang di atas bara api.
Saat dibakar, asapnya saja bakal memberikan bau merangsang bagi perut keroncongan. Apalagi, dipadukan dengan racikan bumbu rempah-rempah warisan leluhur, serta sambal dadakan yang semua itu bisa memberikan sensasi enak di lidah.
Bagi yang kebetulan singgah sejenak di Kabupaten Purwakarta, mungkin tak afdal rasanya jika tak mencicipi kuliner yang melegenda tersebut. Apalagi, di musim liburan.
Para penjual sate Maranggi, juga bisa dijumpai dihampir seluruh tempat wisata yang ada. Semisal, lokasi wisata alam Situ Wanayasa.
(Baca Juga: Suporter-Suporter Cantik yang Berhasil Mencuri Perhatian di Piala Dunia 2018)

Untuk rasa, dijamin tak akan membuat 'Nyesel' para penikmatnya. Selain itu, harganya pun tak akan membuat kantong menipis. Seperti Sate Maranggi Bungursari, pihak pengelola membandrolnya dengan harga Rp4.000 per tusuk.
Dalam hal penyajiannya, Sate Maranggi Cibungur menggunakan nasi timbel dan sambal tomat sebagai pelengkap. Sedangkan,Sate Maranggi Wanayasa dan Plered, menggunakan sambel oncom dan ketan bakar sebagai pengganti nasi.

Memang, selama ini para penjual yang ada di setiap kecamatan di wilayah ini memiliki cita rasa berbeda dalam hal penyajian Sate Maranggi. Namun demikian, bahan dasar berupa daging domba, rempah, serta gula aren selalu menjadi resep utama dalam pebuatan kuliner khas tersebut.