Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sering Pakai Kuteks Bikin Berat Badan Naik, Kok Bisa?

Tiara Putri , Jurnalis-Minggu, 17 Juni 2018 |04:32 WIB
Sering Pakai Kuteks Bikin Berat Badan Naik, <i>Kok</i> Bisa?
Ilustrasi Kuteks. (Foto: Stockbytes)
A
A
A

PEREMPUAN yang sangat memerhatikan penampilan biasanya gemar melakukan perawatan kecantikan di setiap sudut tubuhnya, termasuk kuku. Ada beberapa perawatan kuku yang sering didengar yaitu manicure dan pedicure. Ada pula yang gemar memoles kukunya dengan cat kuku atau nail art.

Meskipun terlihat seperti perawatan sederhana, siapa sangka mengoleskan kuku dengan cat kuku dapat membawa dampak kurang mengenakkan. Melansir Mirror, menambahkan lapisan pernis ke kuku sebenarnya bisa menambahkan lemak di pinggang. Hal ini diungkapkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Duke University dan Environmental Working Group (EWG).

Dalam penelitian itu disebutkan bila ada bahan umum yang ditemukan pada cat kuku dan berdampak pada tubuh yaitu trifenil fosfat (TPHP). Bahan kimia yang satu itu biasa digunakan untuk membuat polesan lebih fleksibel. Seorang Naturopath bernama Marissa Malvasso mengungkapkan alasan bahan tersebut berdampak buruk.

Baca Juga: Intip Yuk Momen Idul Fitri Pertama Kali Selebriti dengan Pasangannya

"Beberapa penelitian telah menunjukkan TPHP adalah pengganggu endokrin, yang berarti dapat mengganggu hormon dan mungkin terkait dengan penambahan berat badan," ungkapnya.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 2 lusin perempuan itu menyatakan semua perempuan memiliki metabolit TPHP dalam tubuhnya hanya dalam waktu 10-14 jam setelah mengecat kuku. Menurut rekan penulis penelitian, Johanna Congleton hasil penelitian ini mungkin relevan pada cat kuku yang dipasarkan ke perempuan.

“Bahkan yang lebih menyusahkan adalah memberi tahu perempuan jika tubuh mereka menyerap bahan kimia yang terkandung di cat kuku dengan relatif cepat setelah digunakan,” ujarnya.

Baca Juga: Ucapan Selamat Idul Fitri ala Shahrukh Khan Jadi Viral di Dunia Maya

Menurut database kosmetik EWG, lebih dari 1.500 produk kuku mengandung. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan jumlah yang beredar di pasaran lebih banyak. Bahkan ada pula produk yang mengandung bahan kimia lain yang bisa membahayakan.

Guna menyiasati temuan ini, para peneliti menyarankan agar perempuan selalu memeriksa label produk sebelum membeli produk untuk melihat kandungan bahan kimia di dalamnya. Dengan begitu perempuan bisa terhindar dari masalah. Apabila dirasa produk yang hendak dibeli mengkhawatirkan, cobalah untuk menukarnya dengan produk yang alami, tidak beracun, atau vegan.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement