Batik Rutun ketika diperdengarkan istilah tidak banyak orang yang tahu, terutama generasi kekinian, karena istilah ini mungkin hanya ada pada satu generasi sebelum generasi saat ini, ketika ragam dan jenis olahan makanan belum sebegitu banyak seperti saat sekarang.
Baca juga: Turun Takhta demi Janda hingga Anak Haram, Ini 4 Skandal Menghebohkan Royal Wedding
Rutun adalah sejenis tumbuhan khas paku-pakuan yang hidup pada daerah berawa, denhan bentuk unik dengan daunnya yang meyerupai jenis daun paku. Namun lebih kecil dan lembut, sehingga jenis tumbuhan ini bisa dijadikan sebagai salah satu jenis tumbuhan sayuran tradisional yang biasa dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Berau jaman dulu pada khususnya. Namun sangat disayangkan, warisan leluhur ini semakin hilang tergerus oleh jaman.
Kekhasan inilah yang diangkat masyarakat lokal untuk menambah khasanah corak khas Batik lokal yang ada di wilayah Berau , Kalimantan Timur sebagai kawasan yang kaya akan potensi wisata.
Batik Rutun ini menjadi khas dan unik, karena coraknya yang bernuansa tradisional menggambarkan unsur-unsur kekayaan potensi alam wilayah berau: daun Rutun, penyu hijau, bintang laut juga sulur-sulur rotan yang melatarinya.
(Fakhri Rezy)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.