Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keunikan dan Makna Batik Rutun Penyu dari Berau

Lidya Julita Sembiring , Jurnalis-Jum'at, 25 Mei 2018 |11:03 WIB
Keunikan dan Makna Batik Rutun Penyu dari Berau
Batik Berau
A
A
A

BATIK saat ini sudah menjadi warisan budaya Indonesia yang sangat dikagumi oleh dunia apalagi sejak diresmikan dan dikukuhkan oleh UNESCO dalam Representative List of The Intangible Cultural Heritage of Humanity tentang warisan budaya tak benda di Abu Dhabi pada 2 Oktober 2009.

Batik saat ini sebagai kain peradaban yang memiliki nilai historis dan sudah selayaknya menjadi salah satu identitas andalan Indonesia di kancah dunia. Penetapan hari batik saat ini tentu harus dilengkapi dengan agenda yang berkelanjutan demi melestarikan nilai-nilai budaya luhur nenek moyang.

 Baca juga: Jangan Beli Hewan Secara Online, Ini Akibatnya

Batik saat ini juga sudah menjadi pakaian yang tidak hanya dipakai saat acara resmi saja tapi juga sebagai pakaian bekerja. Bahkan, Presiden sering kali menggunakan batik sebagai pakaian wajib saat menghadiri berbagai acara resmi selain baju putih dan jasnya.

 Batik Berau

Batik Indonesia memiliki banyak motif dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari sabang sampai merauke. Kita biasanya mendengar dan mengenal batik banyak yang datang dari daerah Jawa. Tapi ternyata daerah Berau, Kalimantan Utara juga sudah memiliki batik yang bisa dijadikan oleh-oleh tangan bagi wisatawan yang berkunjung.

Tapi yang unik adalah daerah Berau memiliki batik dengan motif penyu. Alasan pemilihan penyu pun dinilai karena Berau adalah salah satu tempat berkembangnya habitat penyu terbesar, khususnya di Kepulauan Derawan.

 Baca juga: Gemasnya, Anak Kucing Bermata Bulat Sedang Ngempeng!

Batik penyu juga memiliki beberapa jenis mulai dari kain hingga kemeja. Warna yang ditawarkan oleh motif penyu juga beragam dan sangat indah.

Penyu yang berkeliaran di antara daun Rutun menambah unik dengan adanya pola bintang laut berkaki lima yang tidak meninggalkan nuansa corak batik Kalimantan. Karena kalau diperhatikan dengan seksama seakan bermetamorfosis menyerupai untaian bunga anggrek hitam yang merupakan ciri khas Kalimantan pada umumnya.

Pada awalnya Berau sudah memiliki batik cawul yang memiliki beberapa motif busak kangkung dengan tiga motif awal, yaitu Busak Kangkung Balilit, Busak Kangkung Sarayak dan Busak Kangkung Taggu, penyu dan pernik asesoris kerajaan daerah Berau juga melengkapi corak motif ini, yang telah di kenalkan pada masyarakat sekitar tahun 2010 lalu.

Tapi dengan makin bersinarnya geliat wisata Berau, maka motif batik Rutun semakin memperkaya dan menambah varian motif batik Berau yang sudah ada.

Batik Rutun ketika diperdengarkan istilah tidak banyak orang yang tahu, terutama generasi kekinian, karena istilah ini mungkin hanya ada pada satu generasi sebelum generasi saat ini, ketika ragam dan jenis olahan makanan belum sebegitu banyak seperti saat sekarang.

 Baca juga: Turun Takhta demi Janda hingga Anak Haram, Ini 4 Skandal Menghebohkan Royal Wedding

Rutun adalah sejenis tumbuhan khas paku-pakuan yang hidup pada daerah berawa, denhan bentuk unik dengan daunnya yang meyerupai jenis daun paku. Namun lebih kecil dan lembut, sehingga jenis tumbuhan ini bisa dijadikan sebagai salah satu jenis tumbuhan sayuran tradisional yang biasa dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Berau jaman dulu pada khususnya. Namun sangat disayangkan, warisan leluhur ini semakin hilang tergerus oleh jaman.

Kekhasan inilah yang diangkat masyarakat lokal untuk menambah khasanah corak khas Batik lokal yang ada di wilayah Berau , Kalimantan Timur sebagai kawasan yang kaya akan potensi wisata.

Batik Rutun ini menjadi khas dan unik, karena coraknya yang bernuansa tradisional menggambarkan unsur-unsur kekayaan potensi alam wilayah berau: daun Rutun, penyu hijau, bintang laut juga sulur-sulur rotan yang melatarinya.

(Fakhri Rezy)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement