"Penanganan cedera akibat olahraga yang tepat dan cepat sangat penting untuk meminimalkan risiko jangka panjang yang ditimbulkan," ungkapnya dalam acara buka bersama RS Pondok Indah Group di Hotel Pullman, Jakarta.
Adapun beberapa jenis olahraga yang dapat memicu cedera tangan dan bahu adalah golf, tenis, badminton, dan voli. Oleh karenanya, saat cidera membutuhkan penanganan yang tepat.
Baca juga: Turun Takhta demi Janda hingga Anak Haram, Ini 4 Skandal Menghebohkan Royal Wedding
"Untuk itu, perlu dilakukan berbagai upaya diagnosa, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi medis modern seperti CT Scan atau MRI. Penanganan diagnosis perlu dilakukan untuk mengetahui lokasi serta mengidentifikasi cedera yang terjadi dengan lebih akurat sebagai tahapan awal untuk menentukan langkah penanganan yang tepat selanjutnya," imbuh dia.

Ia menilai cedera bahu dapat terjadi baik pada tulang maupun otot, namun struktur tulang yang lebih keras menyebabkan cedera paling sering terjadi pada otot. Cedera bahu ringan dapat diatasi dengan melakukan peregangan dan memaksimalkan kerja bahu melalui fisioterapi, sedangkan cedera akibat peradangan otot dapat diatasi dengan istirahat, penggunaan kompres es untuk meredakan nyeri, pemberian analgesik, serta terapi untuk membantu proses pemulihan bahu.