BOM secara bertubi-tubi mengguncang Kota Pahlawan. Belum hilang dari ingatan betapa menyedihkannya kawasan Gereja Santa Maria, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Pantekosta pasca meledaknya bom bunuh diri dalam waktu bersamaan, pagi tadi kembali bom diwartakan kembali meledak di Mapolrestabes Surabaya.
Untuk pengeboman tiga gereja sekaligus tersebut di Surabaya sendiri, diketahui melibatkan satu keluarga bersama empat orang anaknya. Hal ini tentu membuat masyarakat termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Yembise, turut merasa miris.
Dalam acara Peluncuran Aliansi Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak, di Jakarta,Senin (14/5/2018) menteri Indonesia yang juga kerap disapa Mama Yo ini menyampaikan sebuah pesan yang ia terima, berisi imabauan pada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Mama Yo juga mengatakan dirinya merasa miris setelah mengetahui situasi yang terjadi di Surabaya karena melibatkan anak-anak.
Baca juga: Gagal Fokus! Keseksian Pria Ini Tutupi Keberhasilannya Menangkap Hiu Martil
“Melihat situasi di Surabaya yang melibatkan anak-anak cukup miris. Ada hal-hal yang perlu saya sampaikan. Ada pesan yang masuk tadi pagi, namun apakah informasi ini hoax atau tidak saya tidak tahu, tapi saya seharing saja, karena saya kira kita sudah cukup dewasa. Informasi ini berhubungan dengan perempuan dan anak-anak,” ujarnya.

Adapun informasi yang Mama Yo bacakan dari pesan yang dia dapatkan tadi pagi, berisi sebagai berikut.
“Buat teman-teman semua mohon tingkatkan keswaspadaan, infromasi ini didapat dari BIN, jadi dapat dipercaya. Target utama adalah Jakarta, Surabaya hanya pengalihan konsentrasi aparat sejak HTI dibubarkan. Mereka mengikrarkan mati sahid dengan menyebarkan teror dimana-mana. Tempat target utama sekolah, tempat ibadah, pesta pernikahan, bahkan rumah sakit, dan tempat-tempat lainnya.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan perhatikan lingkungan sekitar, karena disinyalir mereka mendapat bantuan ISIS untuk pasokan bom kimia, yang berdaya ledak rendah, tapi efek rusaknya luas, polisi sedang mempelajari karena susah mendeteksi bom seperti ini dan susah dilacak.
Pelaku tidak membawa tas seperti biasanya, tapi cukup membawanya di balik pakaian atau kantung. Sekarang ini kepolisian sedang berusaha untuk melacak. Mari kita terus waspada untuk terus berdoa demi keselamatan keluarga, anak-anak kita, dan teman-teman kita semua.”
“Saya mendapat informasi seperti itu, yang saya tidak tahu hoax atau tidak, tapi sebaiknya saya baca untuk kita semua karena memang kalau tempat-tempat jadi sasaran, seperti rumah sakit, perempuan dan anak-anak ada di situ, sekolah pasti anak-anak ada di situ, dan tempat ibadah pasti perempuan, anak-anak, laki-laki harus dijaga pasti ada di situ,” imbuh Yohana.
Lebih lanjut, Yohana juga menegaskan, masyarakat boleh memberikan konsentrasi pada anak, tapi sebenarnya kunci utama berada pada keluarga. Namun, sangat disayangkan di Indonesia belum ada kementerian yang berfokus pada keluarga, justru berpencar-pencar.
Baca juga: Sarapan Pizza Lebih Baik dari Sereal? Ini Buktinya
“Kita boleh konsentrasi pada anak, tapi sebenarnya kunci utama ada pada keluarga, jangan lupa keluarga itu, dan kementerian kita ini belum ada yang fokus pada keluarga, terpencar-pencar, kementerian pendidikan ada pada satu bidang keluarga, kementerian kami ketahanan keluarga, BKKBN, Kementerian Sosial kesejahteraan keluarga, tapi belum pernah duduk bareng untuk membicarakan bagaimana generasi keluarga,” pungkasnya.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.